PENDAHULUAN
Latar Belakang

                 Pembangunan pedesaan adalah pembangunan berbasis pedesaan dengan mengedepankan kearifan lokal kawasan pedesaan yang mencakup struktur demografi masyarakat, karasteristik sosial budaya, karasteristik geografis, pola kegiatan usaha pertanian, pola keterkaitan ekonomi desa-kota, sektor kelembagaan desa dan karasteristik kawasan pemukiman.
                 Perencanaan Pembangunan Wilayah Pedesaan dapat dibentuk melalui pendekatan wilayah homogen, wilayah nodal dan ketimpangan pendapatan penduduk. Dengan mengetahui hasil dari pendekatan tersebut makan dapat mengidentifikasi peluang untuk memajukan wilayah desa tersebut.
              Wilayah Homogen adalah wilayah yang dibatasi berdasarkan kenyataan bahwa faktor-faktor dominan pada wilayah tersebut bersifat homogen, sedangkan faktor-faktor yang tidak dominan bisa saja beragam (heterogen).
              Konsep wilayah nodal merupakan salah satu konsep wilayah fungsional/sistem yang sederhana karena mengasumsikan wilayah sebagai suatu sel hidup yang terdiri dari inti (pusat) dan plasma (hinterland). 
              Perencanaan Pembangunan Wilayah Pedesaan merupakan salah satu mata kuliah pada semester lima. Tugas ini dibuat untuk pemenuhan tugas mata kuliah tersebut.

Tujuan
              Tujuan tugas mata kuliah Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan adalah :
·         Mahasiswa dapat menyusun peta wilayah homogen di setiap Desa.
·         Mahasiswa dapat membuat peta wilayah nodal dengan pendekatan produksi pertanian.
·         Mahasiswa dapat membuat peta wilayah nodal dengan pendekatan hierarki wilayah.
·         Mahasiswa dapat menganalisis ketimpangan pendapatan dalam suatu wilayah.







HASIL DAN PEMBAHASAN
Wilayah Homogen
Pada kegiatan praktikum ini wilayah yang menjadi obyek perencanaan adalah Desa Srikaton Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan. Penentuan wilayah ini didasarkan pada kriteria ketersediaan data-data pendukung dalam perencanaan wilayah homogen serta potensi wilayah dibidang peternakan yang ada di Desa Srikaton. Kegiatan praktikum diawali dengan identifikasi data-data yang mendukung kedalam perencanaan wilayah homogen, identifikasi data statistik dilakukan terhadap Desa Srikaton, kemudian diolah untuk menghasilkan data sebagai dasar penentuan wilayah homogen. Wilayah homogen yang ditentukan berdasarkan nilai rata-rata produksi serta komoditas yang termasuk ke dalam komoditas strategis nasional, adapun data-data yang di input antara lain:
1.    Data produktifitas Kambing
2.    Data produktifitas Ayam
3.    Data produktifitas Sapi
Data yang diatas merupakan tiga komoditas yang menjadi unggulan di Desa Srikaton Kecamatan Tanjung Bintang. Data produksi padi dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1.     Jumah Ternak, Produksi dan Rata-rata Produksi Ternak Kambing di Desa Srikaton Tahun 2017
Peringkat
Dusun
Jumlah ternak
Produksi (ekor)
Rata-rata Produksi (ekor)
1
Dusun 1
70
350
5
2
Dusun 2
70
340
4.8
3
Dusun 3
70
320
4.5
4
Dusun 4
0
0
0
5
Dusun 5
0
0
0
Jumlah
210
1,010
Rata-rata Produksi
202
Sumber : Programa Desa Srikaton 2017

Wilayah homogen untuk komoditas Kambing ditentukan berdasarkan wilayah yang memiliki nilai produksi di atas nilai rata-rata Desa yaitu 202 eko. Maka diperoleh wilayah yang memiliki produksi diatas raa-rata meliputi :
a.    Dusun 1
b.    Dusun 2
c.    Dusun 3
Wilayah yang memiliki produksi Kambing di atas rata-rata di katagorikan sebagai wilayah homogeny padi yang digambarkan pada peta. (peta dapat dilihat pada lampiran 1)

Tabel 2.     Jumlah Ternak, Produksi dan Rata-rata Produksi Ternak Ayam di Desa Srikaton Tahun 2017
Peringkat
Dusun
Jumlah ternak
Produksi (ekor)
Rata-rata Produksi (ekor)
1
Dusun 1
50
250
5
2
Dusun 2
50
240
4.8
3
Dusun 3
50
220
4.4
4
Dusun 4
45
120
2.6
5
Dusun 5
45
100
2.2
Jumlah
930
Rata-rata Produksi
186
Sumber : Programa Desa Srikaton 2017

Wilayah homogen untuk komoditas Ayam ditentukan berdasarkan wilayah yang memiliki nilai produksi di atas nilai rata-rata Desa yaitu 186 ekor . Maka diperoleh wilayah yang memiliki produksi diatas raa-rata meliputi :
a.    Dusun 1
b.    Dusun 2
c.    Dusun 3
Wilayah yang memiliki produksi Ayam diatas rata-rata dikatagorikan sebagai wilayah homogeny Ayam yang digambrakan pada peta. (Peta dapat dilihat pada lampiran 1).




Tabel 3.     Jumlah Ternak, Produksi dan Rata-rata Produksi Ternak Sapi di Desa Srikaton Tahun 2017
Peringkat
Dusun
Jumlah ternak
Produksi (ekor)
Rata-rata Produksi (ekor)
1
Dusun 3
450
2
Dusun 5
440
3
Dusun 4
420
4
Dusun 1
220
5
Dusun 2
215
Jumlah
1.745
Rata-rata Produksi
349
Sumber : Programa Desa Srikaton 2017

Wilayah homogen untuk komoditas sapi ditentukan berdasarkan wilayah yang memiliki nilai produksi di atas nilai rata-rata Desa yaitu 349 ekor. Maka diperoleh wilayah yang memiliki produksi diatas raa-rata meliputi :
a.    Dusun 3
b.    Dusun 5
c.    Dusun 4
Wilayah yang memiliki produksi sapi diatas rata-rata dikatagorikan sebagai wilayah homogeny kelapa yang digambrakan pada peta. (Peta dapat dilihat pada lampiran 1).
  


Wilayah Nodal 1

Wilayah nodal menunjukkan hubungan antar wilayah secara fungsional, sehingga nantinya akan terbentuk tingkatan hierarki pada setiap wilayah yang ada di Desa Srikaton. Berkaitan dengan penentuan wilayah nodal, pengkajian wilayah Desa Srikaton untuk menentukan wilayah nodal dilakukan dengan mengidentifikasi jumlah ternak yang banyak dibawa keluar Desa. Unuk lebih jelasnya dapat dilihat di tabel 4.

Tabel 4.     Jumlah ternak Yang Banyak di Bawa keluar Desa
No
Dusun
Jumlah Produksi ternak
Jumlah ternak yang dijual/minggu
Ayam
kambing
sapi
ayam
kambing
sapi
1
Dusun 1
350
250
450
55
20
20
2
Dusun 2
340
240
440
50
20
15
3
Dusun 3
320
220
420
45
16
15
4
Dusun 4
0
120
220
0
10
10
5
Dusun 5
0
100
215
0
10
10
Sumber : Desa Srikaton 2017
             
Untuk menentukan wilayah nodal maka perlu dibuat criteria batas minimal arus produk antaralain :
·         Hasil sapi yang di bawa keluar desa per minggu 5 ekor
·         Hasil kambing yang dijual keluar desa per minggu 10 ekor
·         Hasil ayam yang keluar desa per minggu 50 ekor

Produk peternakan yang dijual peternak adalah ternak ayam, kambing dan domba. Untuk penjualan ternak ini sendiri kebanyakan peternak menjual ternak nya keluar desa dan keluar daerah. Adapun daerah yang membeli ternak sapi dari desa Srikaton adalah Daerah Riau, Sumatera Barat, Dan Jambi. Sedangkan untuk tenak kambing dan ayam dijual di luar desa yaitu di pasar Kecamatan Seputih Banyak. (Peta wilayah nodal dapat dilihat pada lampiran 2).



WILAYAH NODAL 2

Konsep wilayah nodal merupakan salah satu konsep wilayah fungsional/sistem yang sederhana karena mengasumsikan wilayah sebagai suatu sel hidup yang terdiri dari inti (pusat) dan plasma (hinterland). Suatu pusat yang berorde tinggi umumnya mempunyai jumlah sarana dan jumlah jenis sarana dan prasarana pelayanan yang lebih banyak dari orde yang lebih rendah.  Dengan demikian, pusat yang berorde lebih tinggi melayani pusat-pusat yang berorde lebih rendah.  Selain itu, jumlah jenis dan sarana pelayanan yang ada pada suatu pusat pada umumnya berkorelasi erat dengan jumlah penduduk. 
3 Desa sebagai pembanding
-          Sanggar Buana
-          Siswo Bangun
-          Sakti Buana

Tabel 1. Jumlah sarana pendidikan negeri dan swasta di Kecamatan Seputih Banyak Tahun 2017
Desa
1
2
3
4
5
Jumlah
Sanggar Buana
0
1
0
0
0
1
Siswo Bangun
1
1
1
0
0
3
Sakti Buana
0
1
0
0
0
1
Total
1
3
1
0
0
5
                          Sumber : Kecamatan Seputih Banyak 2017
1.       TK
2.       SD/MI
3.       SLTP/MTS
4.       SMU/SMA
5.       SMK
 
Keterangan :




Jumlah sarana pendidikan negeri dan swasta terbanyak adalah Desa Siswo Bangun yaitu 3 unit.





Tabel 2. Jumlah Penduduk
No
Desa
Jumlah
1
Sanggar Buana
935 KK
2
Siswo Bangun
1.112 KK
3
Sakti Buana
613 KK

Pembahasan

Berdasarkan data di atas bahwa yang termasuk wilayah nodal berdasarkan fungsi dari kutub/pusat adalah Desa Siswo Bangun yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dan fasilitas terbanyak.

 








 


KESIMPULAN

1.    Yang termasuk dalam Wilayah Nodal adalah Desa Siswo Bangun
2.    Fasilitas penunjang Desa Siswo Bangun (3 unit) yaitu
·          TK 1 unit,
·          SD/MI 1 unit,
·          SLTP/SMP







KETIMPANGAN PENDAPATAN
Penduduk Desa Sanggar Buana sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani sekaligus peternak. Dengan jumlah penduduk pada akhir tahun 2017 adalah 4.156 jiwa.
Jumlah penduduk menurut pekerjaan di Desa Sidomulyo :
No
Desa
Pekerjaan
Total
Petani
Industri
Tukang
Pedagang
Jasa
PNS
Swasta
1.
Sanggar Buana
980
41
38
70
40
102
69
1340

JUMLAH
980
41
38
70
40
102
69
1340
Sumber : Programa Desa Sanggar Buana Tahun 2017

Sebagian besar penduduk Desa Sanggar Buana memiliki latar belakang pendidikan pada jenjang SD, SLTP, SLTA dan bermata pencaharian sebagai petani. Petani di Desa Sanggar Buana memiliki usaha sampingan peternakan untuk memenuhi kebutuhan dan sebagai tabungan.
Petani  di Desa Sanggar Buana sebagian besar tergabung pada kelompokternak.
Tabel Data Kelompokternak Karya Tani 1 di Desa Sanggar Buana.
No
Nama peternak
Populasi sapi
( Ekor )
Jumlah
Pwnghasilan / Bulan
Betina
Jantan
1.     
I Made Gara
2
-
2
1.200.000
2.     
I Ketut Sukarta
1
-
1
   600.000
3.     
I Ketut Subagiawan
1
-
1
  600.000
4.     
Pak Dewi
2
1
3
1.950.000
5.     
Wayan Swastika
3
1
4
2.550.000
6.     
Pak Tawan
1
-
1
  600.000
7.     
Kadek Arca
3
-
3
1.800.000
8.     
Wayan Getum
2
-
2
1.200.000
9.     
Wayan Bude
1
-
1
  600.000
10.   
Komang Suteja
2
-
2
1.200.000
11.   
Made Wastre
2
-
2
1.200.000
12.   
Wayan Arjane
1
-
1
  600.000
13.   
Wayan Sukra
2
1
3
1.950.000
14.   
Wayan Widra
2
2
4
2.700.000
15
Wayan Wastra
3
2
5
3.300.000
Jumlah
28
7
35
22.050.000

            Ketimpangan pendapatan Kelompokternak Sanggar Buana di Desa Sanggar Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah dalam perhitungan indeks gini dapat dilihat ditabel berikut:
No
Pendapatan (ribu rupiah)
Jumlah Penduduk
Kumulatif Penduduk
Kumulatif Pendapatan (ribu rupiah)
Peluang Kumulatif pendapatan
Peluang
Фi+Фi-1
Pi-(Фii-1)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(6*7)
1
600000
5
5
3000
0,16
0,357143
0,16
0,057143
2
1200000
4
9
7800
0,416
0,285714
0,576
0,164571
3
1800000
1
10
9600
0,512
0,071429
0,928
0,066286
4
1950000
2
12
13500
0,72
0,142857
1,232
0,176
5
2550000
1
13
16050
0,856
0,071429
1,576
0,112571
6
2700000
1
14
18750
1
0,071429
1,856
0,132571
7
3300000
1
15
22050
1,176
0,071429
2,176
0,155429
Jumlah
0,864571



Komentar