bungkil kelapa sebagai pakan ternak
BAB I
PENDAHULUAN
Pakan merupakan komponen penting di
dalam industri peternakan. Sumber bahan pakan dapat diperoleh dengan cara
memanfaatkan limbah, baik limbah pertanian maupun limbah perkebunan yang masih
belum lazim digunakan. Tanaman kelapa (Cocos nucifera L) termasuk
jenis tanaman yang multi fungsi, hal ini karena hampir semua bagian dari tanaman
tersebut dapat dimanfaatkan, dan banyak dijumpai di Indonesia yang merupakan
penghasil kopra terbesar kedua di dunia. Usaha budidaya tanaman
kelapa melalui perkebunan terutama dilakukan untuk memproduksi minyak
kelapa dengan hasil samping salah satunya berupa bungkil kelapa. Bungkil kelapa yang dihasilkan masih
memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi terutama protein. Hal ini
menyebabkan bungkil kelapa berpotensi untuk diolah menjadi pakan.
Agar produktifitas ternak ayam pedaging, ketersedian ransum yang
murah dan berkualitas mutlak diperlukan. Pada kenyataan sebagian Besar bahan
pakan ayam pedaging juga digunakan oleh manusia sehingga bersaing dalam
penggunaannya. Upaya untuk menggunakan bahan pakan dari limbah pertanian maupun
industri serta dengan cara meningkatkan kwalitas pakan merupakan solusi yang
terbaik ditempuh saat ini.
Efisiensi ransum adalah kemampuan ransum yang dikonsumsi
alam satuan waktu tertentu untuk menghasilkan bobot badan seekor ternak dalam
waktu yang sama. Ransum merupakan bagian dari lingkungan yang perlu mendapatkan
perhatian khusus, mengingat biaya ransum merupakan biaya terbesar dari biaya
produksi berkisar 60 % - 85% (North dkk, 1984).
Dalam menyusun ransum perlu memperhatikan kualitas dari
bahan pakan yang digunakan, murah harganya dan terjamin kontinitas
pengadaannya. Walaupun ransum harganya murah tetapi tidak dibarengi dengan
kualitas ransum yang memadai maka bobot badan yang di hasilkan tidak dicapai
Nilai
Income Over Feed Cost merupakan salah satu kriteria untuk menghitung nilai
ekonomis dalam memelihara ayam . Perhitungannya berdasarkan selisih harga Bobot
hidup ayam dengan jumlah harga ransum yang dihabiskan pada waktu yang sama. Keberhasilan
beternak ayam lebih besar dipengaruhi
dari biaya pakan.
BAB II
PEMBAHASAN
Bungkil Kelapa
Bungkil
kelapa adalah hasil ikutan yang didapat dari ekstraksi daging buah kelapa segar
atau kering. Mutu standar bungkil kelapa meliputi kandungan nutrisi dan batas
tolerasi aflatoxin (Chuzaemi et al.,
1997). Bungkil kelapa diperoleh dari ampas kopra. Bungkil kelapa mengandung 11%
air, minyak 20%, protein 45%, karbohidrat 12%, abu 5%, BO 84% dan BETN 45,5%.
Bungkil kelapa banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena memiliki
kandungan protein yang cukup tinggi (Hamid et
al., 1999).
Protein
kasar yang terkandung pada bungkil kelapa mencapai 23%, dan kandungan seratnya
yang mudah dicerna merupakan suatu keuntungan tersendiri untuk menjadikan
sumber energi yang baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak,
seperti sebagai bahan pakan pedet terutama untuk menstimulasi rumen dan pakan
asal bungkil kelapa juga terbukti ternak dapat menghasilkan susu yang lebih
kental dan rasa yang enak (Mariyono dan Romjali, 2007).
Penambahan
bungkil kelapa dapat meningkatkan konsumsi pakan, kecernaan pakan dan pertambahan
bobot badan harian. Ternak ruminansia yang mendapatkan pakan berkualitas rendah
sebaiknya diberikan pakan tambahan yang kaya akan nitrogen untuk merangsang
pertumbuhan dan aktivitas mikroba di dalam rumen (Marsetyo, 2006).
A.
Komposisi kimia Bungkil Kelapa
Komposisi kimia bungkil kelapa sangat bervariasi tergantung
proses ekstraksi minyak yang digunakannya, bahan, penyimpanan dan kandungan
serpihan tempurungnya (NRC, 1994; O’MARAet al., 1999).
Tingginya kandungan serat, palatabilitas yang rendah dan
kurangnya beberapa asam amino esensial serta mengandung anti-nutrisi seperti
manan, galaktomanan, xilan dan arabinoxilan menyebabkan penggunaan bungkil
kelapa dalam ransum unggas sangat terbatas. Kandungan protein bungkil kelapa
cukup tinggi, yaitu sekitar 18-20% (ZAMORAet al., 1989),
Namun kandungan serat kasar relatif tinggi yaitu 60% yang
terdiri dari 60% galaktomanan, 26% mannan dan 13% selulosa (ZAMORAet al., 1989).
Disamping pati sebagai bahan karbohidrat, beberapa spesies
palem mengandung sejumlah D-manopiranosa yang berikatan secara β1-4 terutama
dalam bentuk polisakarida manan. Umumnya polisakarida ini terbagi dalam 4 sub
famili yang berbeda tergantung atas adanya gula lain dalam rantai polimernya:
(1) manan murni, (2) galaktomanan, (3) glukomanan, (4) galaktoglukomanan. Manan
murni yaitu polimer manosa yang mengandung manosa lebih dari 95%. Adanya
galaktosa, glukosa dan keduanya dalam rantai samping akan membentuk
galaktomanan, glukomanan dan galaktoglukomanan. Manan secara fisik merupakan
molekul seperti pita tetapi lebih fleksibel dan kurang kuat dibandingkan
selulosa, lurus dan bisa diperpanjang (WARREN, 1996).
Terdapat dua jenis manan yaitu manan I atau A yang
kristalinnya tinggi serta berat molekulnya rendah, dan manan II atau B yang
mempunyai berat molekul tinggi dan kristalinnya lebih rendah. Umumnya manan
dari pohon spesies palem sangat keras serta tinggi kristalinnya, dan tidak
larut dalam air. Rasio manosa dengan galaktosa akan menentukan kelarutannya
dalam air.
B.
Kandungan Bungkil Kelapa
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Bungkil Kelapa :
Nama Bahan Makanan : Bungkil
Kelapa
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Bungkil Kelapa yang
diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Bungkil Kelapa yang dapat
dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Bungkil
Kelapa = 368 kkal
Jumlah Kandungan Protein Bungkil
Kelapa = 23 gr
Jumlah Kandungan Lemak Bungkil
Kelapa = 15 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat
Bungkil Kelapa = 40 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Bungkil
Kelapa = 137 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Bungkil
Kelapa = 433 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Bungkil
Kelapa = 42 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Bungkil
Kelapa = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Bungkil
Kelapa = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Bungkil
Kelapa = 0 mg
Khasiat / Manfaat Bungkil Kelapa :
- (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : B
Sumber
Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
serta sumber lainnya.
Kandungan Protein 22%. Faktor-faktor yang
mempengaruhi batas penggunaan dalam ransum ayam adalah:
a.
Rendahnya kandungan asam amino terutama Lysin
b.
Serat kasar yang tinggi
c.
Aflatoksin yang cukup tinggi
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bungkil kelapa dalam ransum
ayam broiler sebaiknya tidak melebihi 15% Pemanfaatan bungkil kelapa dalam
ransum itik sangat jarang dilaporkan, hal ini karena kekhawatiran akan
aflatoksinnya yang tinggi sedangkan itik sangat peka terhadap aflatoksin.
Dilaporkan bahwa pemberian 10% dalam ransum anak itik menimbulkan kematian.
Berbeda dengan yang dilaporkan SINURAT dan SETIADI bahwa pemberian bungkil
kelapa hingga 30% tidak menimbulkan pengaruh buruk terhadap anak itik maupun
itik petelur. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan kualitas
bungkil kelapa. MATHIUS melaporkan bahwa pemberian bungkil kelapa 200 g/e/h
atau 1% dari bobot hidup dianggap optimal untuk pertumbuhan domba. Sementara
itu dalam ransum sapi hingga 32% pertumbuhan cukup baik. Bahkan konsentrat yang
terdiri dari 50% bungkil kelapa dapat menghasilkan pertumbuhan sapi PO yang
cukup baik (459 g/e/h)
C.
Pemanfaatan
Bungkil Kelapa pada ternak Ayam
Salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan bungkil
kelapa adalah dengan memanfaatkan kandungan kimia atau nutrisi yang terdapat
dalam bungkil kelapa yang memiliki manfaat dan bernilai ekonomis. Oleh karena
itu, proses ekstraksi dari kandungan kimia atau nutrisi menjadi solusi yang
dapat dilakukan. Salah satu kandungan kimia yang terdapat dalam bungkil kelapa
dan dapat dimanfaatkan adalah tingginya kandungan mannan.
Mannan di alam banyak ditemukan pada tiga jenis flora yaitu
legum, ragi dan palma. Ketiga jenis mannan ini memiliki banyak perbedaan.
Mannan pada legum; seperti pada kacang kedelai dan guar dilaporkan dalam bentuk
beta mannan yang banyak mengikat unsur galaktosa. Sedangkan mannan pada ragi
hadir dalam bentuk alpha mannan. Di dalam saluran pencernaan, terutama pada
unggas, mannan dari legum bersifat antinutisi. Keberadaan mannan ini dalam
pakan akan meningkatkan viskositas. Peningkatan viskositas digesta dalam
saluran pencernaan akan menyebabkan kecernaan dan absorpsi pakan menurun akibat
dari mekanisme bloking yang dilakukan sehingga enzim pencernaan tidak memiliki
akses untuk mencerna nutrisi dan bloking terhadap vili-vili usus halus. Kondisi
ini pada akhirnya akan menekan laju pertumbuhan ternak.
Berbeda dengan mannan pada legum, mannan pada ragi, terutama
dari jens saccharomyces cereviseae dilaporkan dapat berfungsi sebagai pengganti
antibiotik dan pengikat mikotoksin. Hal ini disebabkan karena mannan pada ragi
dapat mengikat beberapa jenis bakteri pathogen dan beberapa jenis mikotoksin.
Pengunaan mannan ini dalam pakan akan dapat mempertahankan kualitas pakan yang
pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Karena itu,
pemberian mannan dari yeast dapat meningkatkan performa ternak. (Burhanudin Sundu, Staf Pengajar Universitas
Tadulako dan Staf ahli Majalah Poultry Indonesia).
D. Penggunaan
Bungkil Kelapa untuk Ayam
1.
Deskripsi :
Merupakan limbah pengolahan kelapa. Bungkil kelapa yang berwarna agak terang
umumnya lebih baik daripada yang berwarna gelap. Secara umum bungkil kelapa
berwarna cokelat.
2.
Kandungan Nutrient : Memiliki kandungan Energi Metabolis sebesar 1540-1745 kkal/kg
dengan protein 20-21%.
3.
Kelemahan :
Mudah rusak oleh jamur dan menimbulkan racun untuk ayam. Miskin lysine dan
histidine dan kandungan seratnya cukup tinggi yaitu 15%.
4.
Penggunaan :
Maksimal 10% dari total penggunaan ransum, kecuali bila dikolaborasikan dengan
tepung ikan dan lysine maka dapat digunakan hingga 18%.
5.
Tips :
Simpan bungkil kelapa dengan hati-hati dan tidak digunakan sebagai pakan
tunggal, mengingat tingginya serat kasar dan kurang terpenuhinya kebutuhan asam
amino.
BAB III
Pakan merupakan biaya terbesar dalam sebuah usaha peternakan, oleh
karena itu jika kita bisa mensiasati pakan dengan tepat maka keuntungan jelas
didepan mata. Dalam usaha ternak Ayam berlaku hal demikian. Jika kita
menggunakan pakan sebagaimana pakan ayam ras maka mungkin saja kita mendapatkan
keuntungan namun tidaklah terlalu besar karena kemampuan konversi nutrisi pakan
Ayam tidak sebaik ayam ras, sehingga pemberian pakan yang mempunyai nutrisi
tinggi tidak terlalu bermanfaat karena Ayam tidak mampu menyerap semuanya dan
justru akan mengeluarkan nutrisi tersebut lewat fecesnya . Sehingga pakan
Ayam dapat menggunakan pakan yang
disusun dari bahan yang mempunyai nilai nutrisi namun ringan harganya karena
sebagaimana diketahui bahwa Ayam mempunyai toleransi yang tinggi terhadap pakan
lokal. Oleh karena itu, para peternak harus mengetahui prihal prinsip
penyusunan pakan sehingga dapat mengetahui secara benar kualitas pakan yang
digunakan dengan tidak melupakan kebutuhan energi, protein dan asam amino
esensial karena dapat digunakan bahan-bahan sumber nutrisi yang lebih
bervariasi. Dalam pemberian pakan untuk Ayam sebaiknya memenuhi beberapa syarat
berikut:
Harus memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Pakan yang disusun harus
memenuhi kebutuhan nutrisi ternak dan tidak disusun secara asal-asalan. Untuk
itu, kebutuhan nutrisi AYAM perlu
diketahui sebelum menyusun pakan. Ekonomis (relatif murah). Pakan yang disusun
harus diupayakan semurah mungkin. Apabila harganya mahal, pakan menjadi tidak
ekonomis dan menimbulkan kerugian meskipun telah memenuhi kebutuhan nutrisi
ternak. Tidak menekan pertumbuhan Ayam. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi,
pakan yang disusun tidak boleh menekan pertumbuhan ayam. Oleh karena itu, pakan
harus benar-benar baik, tidak beracun, tidak berjamur, dan tidak mengandung
zat-zat yang bersifat toksik.
A. Kebutuhan Nutrisi Ayam
Pemahaman tentang pentingnya nutrisi bagi pertumbuhan, perkembangan,
dan kesehatan ayam diperlukan dalam penyusunan pakan. Berikut zat gizi yang
diperlukan AYAM dalam bahan pakan.
1.PROTEIN
Biasanya di dalam pakan unggas, termasuk AYAM , dikenal dengan
kandungan protein kasar (crude protein). Sumber utama protein nabati untuk
pakan AYAM adalah kacang kedelai dan
jenis biji-bijian lainnya. Sementara itu, protein hewani berasal dari tepung
daging, limbah ternak, dan tepung ikan. Protein asal hewani mengandung asam
amino yang lebih baik dibandingkan biji-bijian,tetapi relatif lebih mahal.
Untuk unggas, dikenal terdapat 10 asam amino esensial, di antaranya yang paling
peiting adalah metionin, lisin, triptophan, dan treonin.
2. ENERGI
Energi merupakan bahan nutrisi yang sulit diukur, tetapi sangat
penting dan relatif mahal. Konsep ketersediaan energi dalam pakan AYAM adalah
jika kandungan energi terlalu tinggi (high energi ration), akan menyebabkan
menurunnya jumlah konsumsi (low feed intake). Sebaliknya, pakan dengan
kandungan energi yang rendah (low energi ration) akan menyebabkan pakan yang
dikonsumsi lebih banyak (high feed intake).
3. VITAMIN
Umumnya vitamin ada di dalam pakan berbentuk sintetis. Zat gizi tersebut
berfungsi sebagai co-enzyme untuk menunjang aktivitas metabolisme sehingga
mampu menghasilkan produktivitas yang maksimal. Seperti halnya jenis unggas
komersial lainnya, AYAM membutuhkan bermacam jenis vitamin di dalam pakan
sebagai berikut : Fat soluble (vitamin yang larut dalam lemak), yaitu vitamin
A, vitamin D3, vitamin E, dan vitamin K. Water soluble (vitamin yang larut
dalam air),yaitu vitamin B (riboflavin dan biotin).
4.MINERAL
Mineral merupakan bahan esensial yang harus tersedia di dalam pakan
deigarn imbangan yang sesuai. Kebutuhan mineralnya antara lain sebagai
berrikut. Makrlomineral, seperti kalsium dan fosforMikromineral, seperti seng,
Mg, besi, dan selenium, Garam, seperti sodium dan klor.
5.LEMAK (FATS)
Lemak merupakan bahan nutrisi AYAM yang tergolong penting sebagai
penyedia energi dan harus tersedia dalam pakan. Namun, lemak tidak terlalu
esensial. Contohnya adalah asam linoleat. Lemak juga berfungsi untuk mengurangi
sifat berdebu pakan (dustiness). Sumber lemak di dalam pakan AYAM dapat berasal
dari lemak hewan (animal fats) maupun lemak tumbuhan (vegetable oils). Biasanya
sumber lemak hewani murah dan mudah di dapat. Namun, lemak tersebut dapat
mengganggu pencemaan, khususnya pada AYAM periode pertumbuhan jika tidak
digunakan dengan tepat. Minyak nabati akan lebih praktis digunakan sebagai
bahan pakan AYAM ,tetapi relatif lebih mahal.
BAB IV
KESIMPULAN
Bungkil kelapa dihasilkan dari limbah pembuatan minyak
kelapa. Bungkil kelapa dapat digunakan sebagai salah satu penyusun ransum pakan
ternak karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi mencapai 21,5 % dan
energi metabolis 1540 - 1745 Kkal/Kg. Tetapi bungkil kelapa memiliki kandungan
lemak yang cukup tinggi mencapai 15%, sehingga mudah rusak terkontaminasi jamur
dan tengik. Oleh karena itu penggunaan bungkil kelapa dianjurkan tidak melebihi
20% sebagai penyusun ransum. Bungkil kelapa memiliki warna coklat, coklat tua,
dan coklat muda.
DAFTAR PUSTAKA
NRC. 1994. Nutrient Requirements of
Poultry. National Academy Press.
Washington, DC.
ZAMORA,A.F.,M.R.CALAPARDO,K.P.ROSANO,E.S.LUIS,
and ALMACIO.1989.
Improvement of copra meal
quality for use in animalfeeds. Proc.
FAP/UNDP Workshop on
Biotechnology in Animal Production and Health
in Asia and Latin America. pp.
312-320
SETIADI,P.,A.P.SINURAT,T.PURWADARIA,T.HARYATI,
dan J.DARMA. 1998.
Pemanfaatan bahan pakan berserat
tinggi untuk itik: 2. Tingkat penggunaan
bungkil kelapa fermentasi dan
non-fermentasi pada ransum itik petelur.
Teknologi Unggulan Pemacu
Pembangunan Pertanian 1: 61-65.
WARREN,R.A.J.
1996. Microbial hydrolisis of
polisaccharides. Ann. Rev.
icrobiol.50: 1-11.
Sumber
Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia
serta sumber lainnya.
nutrisi-bahan-makanan.html
www.poultryindonesia.com/news/riset-artikel-referensi/mannan-dari-bungkil-kelapa
Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical,oli industri, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan konsultasi kepada Anda mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.
BalasHapusSalam,
(Tommy.k)
WA:081310849918
Email: Tommy.transcal@gmail.com
Management
OUR SERVICE
Boiler Chemical Cleaning
Cooling tower Chemical Cleaning
Chiller Chemical Cleaning
AHU, Condensor Chemical Cleaning
Chemical Maintenance
Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
Degreaser & Floor Cleaner Plant
Oli industri
Rust remover
Coal & feul oil additive
Cleaning Chemical
Lubricant
Other Chemical
RO Chemical
Nutrisi, bakteri
Bagaimana untuk pencampuran ampas kelapa yg di campur sedikit garam lalu di keringkan atau di jemur. Di tambah dengan tepung singkong utuh yg dikeringkan atau gaplek.konsentrasi pakan unggas 30%bungkil kering + gaplek 50% +15% sayuran cacah kecil + tanaman herbal contohnya serbuk lada ,jahe, kunyit atau temulawak, dan vitamin pembesaran sedikit. Aman dan cukup potensial untuk di konsumsi ternak, yg kemudian ternak tsb aman dikonsumsi manusia?...dari "swasembada sehat tani desa"
BalasHapusKini Agen Judi Online Bolavita Menyediakan Segala Jenis Transaksi Deposit & Withdraw Menggunakan Dompet Digital (E-wallet) yang ada di Indonesia.
BalasHapusTersedia Judi Online Deposit Pakai Linkaja, Ovo, Dana, Sakuku. Gopay. Selain Menyediakan Judi Online Deposit Via Pulsa dan Semua Jenis Rekening Bank di Indonesia.
Bolavita Menyediakan Judi Online Yang Cukup Lengkap. Antara Lain Adalah :
• Judi Sabung Ayam Live
• Judi Casino Live
• Judi Bola / Sportsbook
• Judi Slot Online
• Judi Bola Tangkas
• Judi Poker Online
• Judi Domino
• Judi Ceme / Capsa Susun
• Judi Tembak Ikan Online
• Judi Togel Online
Promo Bonus :
» Bonus Deposit Pertama 10%
» Bonus Deposit Harian 5%
» Bonus Cashback Mingguan 5% - 10%
» Bonus Rollingan Mingguan 0.8%
» Bonus Referral 7% + 2%
Daftar & Klaim Bonusnya Sekarang Juga !
Kontak Resmi (Online 24 Jam Setiap Hari) :
» Nomor WhatsApp : 0812–2222–995
» ID Telegram : @bolavitacc
» ID Wechat : Bolavita
» ID Line : cs_bolavita
Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical,oli industri, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan solusi Chemical yang tepat kepada Anda,mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.Harga
BalasHapusTerjangkau
Cost saving
Solusi
Penawaran spesial
Hemat biaya Energi dan listrik
Mengurangi mikroba & menghilangkan lumut
Salam,
(Tommy.k)
WA:081310849918
Email: Tommy.transcal@gmail.com
Management
OUR SERVICE
1.
Coagulan, nutrisi dan bakteri
Flokulan
Boiler Chemical Cleaning
Cooling tower Chemical Cleaning
Chiller Chemical Cleaning
AHU, Condensor Chemical Cleaning
Chemical Maintenance
Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
Garment wash
Eco Loundry
Paper Chemical
Textile Chemical
Degreaser & Floor Cleaner Plant
Kaporit tablet,cair & serbuk
2.
Oli industri
Oli Hydrolik (penggunaan untuk segala jenis Hydrolik)
Rust remover
Coal & feul oil additive
Cleaning Chemical
Lubricant
3.
Other Chemical
RO Chemical
Hand sanitizer
Disinfectant
Evaporator
Oli Grease
Karung
Synthetic PAO.. GENLUBRIC VG 68 C-PAO
Zinc oxide
Thinner
Macam 2 lem
Alat-alat listrik
Packaging
Pallet
CAT COLD GALVANIZE COMPOUND K 404 CG
Almunium
Web Blog merupakan sarana penyampaian secara online yang memiliki fasilitas dasar internet yang mampu menembus batas ruang dan waktu. Blog juga merupakan media yang sangat interaktif dan media yang sangat dinamis untuk membahas wawasan dan eksistensi diri. Blog dapat pula juga disebut sebgai media digital yang komunitas elektroniknya bertebaran di internet dan dengan sekian banyaknya Blog di internet yang selalu mencari Website-website yang menarik maka akan membuat blok semakin unik saja. Beli Pulsa 5000 Pakai OVO
BalasHapus